الّسلا م عليكم ورحمة الله وبركا ته
حمدا وشكرا لله امّا بعد.
Hadirin Rohimakumulloh.
Insyaalloh pada kesempatan yang mulia ini saya akan
membawakan sebuah pidato yang berjudul “MEMILIH BERJUANG UNTUK HIDUP”
Hadirin Rohimakumulloh.
Berjuang merupakan hal
pokok di dalam sebuah kehidupan setiap langkah yang kita lakukan tidak lepas
dari sebuah kata yaitu “Berjuang”
Karena sejatinya hadira hidup itu adalah sebuah pilihan. Lebih baik kita
lelah belajar sekarang daripada harus merasakan perihnya sebuah kebodohan,
lebih baik kita bekerja keras sekarang daripada harus rela menangis dimasa yang
akan datang. Apakah kita hanya akan menonton saja? Atau ikutan andil di
dalamnya ? Wallohu A’lam !
Karena sejatinya
hadirin jika kita ingin mendapatkan suatu hal harus disertai dengan do’a dan
ikhtiar .
Usaha tanpa do’a itu sombong, sedangkan do’a tanpa usaha itu hanya
angan-angan semata.
Karena alloh swt bersabda dalam Al-Qur’an surat a’ rad ayat 11 :
انّ الله لا يغيّر ما بقوم حتّى يغيّرو ما بأ
نفسهم
Artinya : “Sesungguhnya alloh swt tidak akan mengubah keadaan suatu
kaum, itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka (QS. Ar-Ra’d 13 : 11)
Nah ! Santri dan
Santriwati yang saya cintai dan banggakan kita sebagai generasi penerus yang
hidup di Era Milenial, yang hanya menginginkan sesuatu dengan instan-instan
saja, tanpa tau bagaimana prosesnya, dan tidak mau ribe ? Maka dengan itu kita
harus lebih baper terhadap bangsa dan agama.
Apa itu Baper ? Ada
yang tau ?
Baper “Bawa perubahan bawa perubahan yang baik terhadap bangsa dan
agama kita “ .
Nah ! sekarang apa menurut anda ?
Mengapa umat islam terendah ? padahal seharusnya yang paling tinggi !
Mengapa umat islam terhina ? padahal seharusnya yang paling mulia !
Mengapa umat islam terdakwa ? padahal seharusnya menjadi saksi-saksi !
Semua hak tersebut
tidak lepas dari diri sendari karena kita sudah enggan untuk berjuang, berjuang
mempertahankan bangsa dan agama.
Kita hanya memikirkan kenikmatan diri sendiri tanpa tau apa yang akan
kita hadapi dimasa mendatang.
Hadirin Rohimakumulloh.
Jadi kesimpulannya :
“Hidup itu adalah sebuah pilihan, namun tentunya apa yang kita pilih
tersebut, haruslah bisa menunjang jaln kita menuju kebenaran. Namun kita
terkontaminasi dengan dunia luar dan banyak berubah karena sebuah keaadaan.
Tutup mata kita, tutup telinga kita dari segala hal yang meruntuhkan tujusn dan
pendirian kita. Marilah kita sama-sama membawa perubahan pada diri kita
sendiri. Untuk semua rencana yang masih menjadi wacana. Untuk semua agenda yang
belum di eksekusi. Marilah kita baper, baper terhadap bangsa dan agama” .
با الله توفيق والهديه والّسلا م عليكم ورحمة
الله وبركا ته